Skip to main content

Alergi Wartawan, Kepsek SD Negeri 128 Keluarkan Bayak wartawan Bermunculan

KAUR, Kaurpusaka.com –Sikap Kepala Sekolah SD Negeri 128 Kaur, Kecamatan Muarasaung, berinisial Yarman menjadi sorotan. Ia diduga alergi wartawan saat dikonfirmasi terkait pembangunan sekolah yang disebut mendapat dukungan dana sebesar Rp385.369.778

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (24/09/2026) lalu, saat awak media mendatangi SD Negeri 128 Kaur untuk meminta klarifikasi mengenai pembangunan serta penggunaan anggaran tersebut. Namun, proses konfirmasi berlangsung alot.

 

Bukannya memberikan penjelasan, Yarman justru menyampaikan sejumlah pernyataan dengan nada tinggi dan mempertanyakan kedatangan wartawan ke sekolah.

 

"Kenapa sejak kami mendapat pembangunan ini banyak wartawan atau pengawas yang datang? Ujung-ujungnya mau uang. Dari mana kami dapat uang? Padahal sedikit pun uang itu harus ada pertanggung jawabannya," ujar Yarman saat ditemui.

 

Tak hanya itu, Yarman juga melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas disampaikan oleh seorang kepala sekolah.

 

"Kalau mau uang, kerja dengan saya. Saya gaji. Pergi ke rumah saya, saya gaji," kata Yarman

 

Pernyataan tersebut sangat disayangkan, mengingat di era keterbukaan informasi publik seperti sekarang, seorang pejabat publik seharusnya melayani konfirmasi dengan baik sebagai bentuk transparansi.

 

Saat wartawan menjelaskan bahwa kedatangannya merupakan bagian dari kegiatan jurnalistik untuk konfirmasi sebelum berita diterbitkan, Yarman kemudian mempertanyakan identitas serta surat tugas wartawan.

 

"Kamu dari mana? Kalau pengawasan di sini, mana surat tugas kamu?" ucapnya.

 

Wartawan kembali menjelaskan bahwa kedatangannya bukan untuk melakukan pengawasan pekerjaan, melainkan meminta penjelasan dari pihak sekolah sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi yang berimbang.

 

Dalam percakapan tersebut, Yarmanjuga berdalih kondisi kantor sekolah yang sedang direvitalisasi sehingga menurutnya tidak tersedia tempat untuk menerima wartawan. "Kantor kami sedang direvitalisasi," katanya.

 

Yarman kemudian menyinggung persoalan harga material yang menurutnya mengalami kenaikan. Ia menyebut dana yang diterima sekolah digunakan untuk kebutuhan material pembangunan. "Semua dana beli material untuk bangunan, semua mahal. Jadi kami tertutup," ujarnya.

 

Pernyataan tersebut menjadi penting untuk diklarifikasi lebih lanjut, mengingat nilai dana yang disebut mencapai ratusan juta rupiah. Publik tentu berkepentingan mengetahui secara transparan mengenai sumber dana, jenis pekerjaan, volume pembangunan, penggunaan anggaran, hingga mekanisme pertanggungjawabannya.

 

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh rincian dari pihak sekolah mengenai komponen penggunaan dana tersebut, termasuk dokumen perencanaan, pelaksana pekerjaan, progres pembangunan, maupun bentuk pertanggungjawaban anggarannya.

 

Sikap Yarman yang terkesan arogan saat dikonfirmasi juga menjadi bagian dari fakta dalam proses peliputan. Media ini tidak menyimpulkan adanya pelanggaran atau penyimpangan anggaran, karena hal tersebut membutuhkan bukti dan keterangan dari pihak berwenang.

 

Sementara informasi yang kami himpun dari Sumber (UJ),Membenar kan Konfirmasi yang ia lakukan mendapat kan Perkataan yang tidak menyenangkan dari Kepsek ,Karna srlaluku pimpinan sekolah dan te pelajar seharus nya bukan seperti itu 

 

Perlu di ketahui Oleh kepala 128 Pemantawan dan peninjauan wartawan sangat di butuh kan Karna ini Karna yang paling penting itu kualitas dan spek ujar (UJ)

Sampai berita ini di terbit kan klarifikasi dan hak jawab kepala sekolah belum kami tulis 

Kami berharap Pihak dinas Konsultan dan kejaksaan untuk Memberikan Arahan dan pengawasan yang lebih keta lagi 

 

(Editor: Tasman)