Pelabuhan Linau Kembali Beroperasi ,Bupati Kaur Optimis jadi Pelabuhan Induk
KAURPUSAKA.ID. Kabupaten Kaur ,Pelabuhan Linau di Desa Linau, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, kembali menunjukkan pesonanya dengan dimanfaatkannya untuk memuat puluhan alat berat dan kendaraan tambang ke Kapal Tangker berkapasitas 300 feet. Proses muat ini disaksikan langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, dan pihak berwenang dari perwakilan Kementerian Perhubungan Laut Provinsi Bengkulu.
Bupati Kaur Gusril Pausi berdecak kagum dengan keunggulan yang dimiliki Pelabuhan Linau, yang menurutnya layak dijadikan Pelabuhan Induk ke depannya. Pelabuhan Linau yang terletak di semenanjung Samudra Hindia ini memiliki potensi besar untuk melayani tiga provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan.
Gusril Pausi ,menjelaskan bahwa Pelabuhan Linau merupakan pelabuhan tua yang sudah dimanfaatkan sejak zaman penjajahan Inggris. Dengan diaktifkannya Pelabuhan Linau, permasalahan yang kerap terjadi di Pelabuhan Pulau Bai seperti pendangkalan dapat dihindari. Hal ini juga dapat menghemat anggaran operasional untuk mengeruk sedimen lumpur dan pasir.
Bupati Kaur berharap upaya mengaktifkan Pelabuhan Linau mendapatkan dukungan dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan menjadi Proyek Pembangunan Strategis Nasional (PSN). Dengan letak yang sangat strategis, Pelabuhan Linau dapat menjadi salah satu pelabuhan utama di wilayah ini.
Puluhan alat berat yang dimuat ke Kapal Tangker melalui Pelabuhan Linau ini berasal dari lokasi pertambangan di Bengkulu Utara dan akan berlabuh di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dengan beroperasinya Pelabuhan Linau, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan perdagangan di wilayah ini.(Tas)