Skip to main content

MENGGANAS, BUPATI KAUR BENTUK SATGAS PMK

Ka Distan Kaur, Lianto, ST

MENGGANAS, BUPATI KAUR BENTUK SATGAS PMK 

kaurpusaka.com I Bengkulu, Kaur- Belum redah Covid-19 yang masih menghantui langkah rakyat Indonesia, kini sudah dilanda wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang penyebarannya sudah sampai di Kabupaten Kaur.

Untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih besar, Bupati Kaur H. Lismidianto, SH., MH membentuk Tim Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Kaur Nomor : 188.4.45-581 Tahun 2022 tanggal 19 Juli 2022.

Bertindak sebagai Ketua Tim Satgas PMK Kabupaten Kaur Tahun 2022, diketuai langsung Setda Kabupaten Kaurnyang dibantu beberapa Wakil yakni Wakil I, Kapolres Kaur., Wakil II, Dandim 0408 BS-Kaur., dan Wakil III, Kajari Kaur.

Sementara itu bertindak sebagai anggota dalam pemberantasan Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Kaur, melibatkan beberapa Kepala Instansi di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur. Seperti; Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, Dinas Satpol PP-Damkar, BPBD dan Unsur PDHI dan Perguruan Tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Lianto, ST saat dihubungi melalui via telpon menjelaskan dengan terbentuknya Tim Satgas PMK, akan lebih optimal lagi dalam memantau dan menerima laporan dari masyarakat mengenai penanganan PMK pada hewan. Dan, sebelum terbentuk satgas ini pemantauan atau penangan PMK pada hewan sudah berjalan.

"Sebelum terbentuk Satgas PMK pada Hewan, Kami sudah berjalan. Dan, tentu dengan adanya Tim ini akan lebih efektif dan optimal lagi dalam penanganannya. Selanjutnya sudah kami masukkan anggarannya dalam perubahan yang akan mendatang", jelas Lianto (21/07/22).

Lanjut Kepala Dinas Pertanian Kaur, Lianto. Jika ada laporan dari masyarakat, kami akan terjun langsung ke lapangan untuk memberikan vaksin atau obat PMK.

"Di samping pemantauan, Kami menerima atau menunggu laporan dari masyarakat mengenai PMK dan langsung diberikan Vaksin PMK", harap Lianto.

Dikutib dari sumber berita media online khabarpublik.com (21/07/22), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Lianto menjelaskan bahwa saat ini penyebarannya semakin meningkat, terhitung di tiga kecamatan saja sudah mencapai ratusan ekor sapi yang terjangkit.

"Terhitung hari ini PMK di Kaur mencapai 393 ekor yang tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Kelam Tengah 18 ekor, Tanjung Kemuning 238, sedangkan untuk Kecamatan Tetap mencapai 137 ekor. Sementara sebelumnya hanya 305 ekor, artinya baru satu hari, sudah bertambah 80 ekor lebih yang terjangkit, ini baru di tiga kecamatan yang terdata, andaikan di 15 kecamatan ini sudah terdata semua, bisa jadi ternak yang ada di Kabupaten Kaur ini mencapai Ribuan ekor yang terjangkit", jelas Lianto.

Sambung Lianto, sedangkan untuk vaksin saat ini tersedia 300 dosis, persediaan ini bantuan dari Provinsi Bengkulu, tutup Kepala Dinas Pertanian Kaur, Lianto. Rabu (20/07/22). Dikutib dari media online Khabarpublik.com (21/07/22).

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) Wiku Adisasmito berharap, masyarakat atau para peternak dapat mendeteksi lebih awal hewan ternak yang rentan terjangkit PMK, dikutib dari Kompas.com, Jakarta (20/07/22).

Dia mengungkapkan, hewan rentan yang terinfeksi ditandai adanya lepuh atau erosi di mulut, lidah, gusi, lubang hidung puting dan di kulit sekitar kuku.

"Hewan lebih sering berbaring. Pada ternak potong terjadi penurunan bobot badan, dan pada ternak perah dapat terjadi penurunan produksi susu yang sangat drastis," ujar Wiku dilansir dari siaran persnya pada Rabu (20/7/2022).

(Yayan)