Skip to main content

Petani Sawah Desa Kasuk Baru, Berharap Bantuan Sumur Bor Dari Pemda Kaur

Kaurpusaka.com | Bengkulu, Kaur- Minimnya pasokan air menjadi kendala utama para pertani di Desa Kasuk Baru,  Kecamatan Tetap ketika kemarau melakukan aktifitas pertanian di sawah.

Belum tersedianya sarana dan prasaran pertanian seperti alat penyedot air di areal pertanian sawah, menjadi faktor utama menurunnya hasil produksi pertanian padi di wilayah itu secara siginifikan.

Untuk menunjang akktifitas pertanian di wilayah itu, petani berharap adanya bantuan sumur bor di areal pertanian sawah warga desa kasuk baru oleh pemerintah daerah kabupaten kaur. 

Hal itu diutarakan oleh Agus, warga desa kasuk baru Kecamatan tetap, ketika bertatap muka bersama awak media saat meninjau proyek pembangunan pagar di desa kasuk baru, Kamis (29/07/2021).

Agus menjelaskan, sebagian besar pendapatan warga desa berasal dari bertani dan berkebun. Namun, dengan memiliki hamparan sawah seluas 100-1500 hektar itu, tidak lantas berpengaruh kepada kesejahteraan parapetani setempat secara signifikan.

“dengan hamparan sawah seluas 100 hektar dengan estimasi 4-6 ton perhektar lahan, belum mampu merubah kesejahteraan parapetani menjadi lebih baik,” ungkap Agus.

Belum adanya sarana dan prasarana pertanian khususnya sumur bor di areal sawah warga menjadi penyebab utama tidak maksimalnya hasil produksi padi di wilayahnya.

Hal itu dipicu belum tersedianya sumur bor di areal sawah warga ketika melakukan aktifitas pertanian saat musim kemarau. Karena keterbatasan biaya,” tuturnya.

Sebelumnya sambung Agus, parapetani pemilik lahan akan melakukan musyawarah ditingkat dusun untuk mengusulkan permohonan bantuan sumur bor kepada pemerintah di areal sawah mereka.

Bahkan lanjut Agus, terlalu antusiasnya dan besarnya harapan para petani di Desa Kasuk Baru kepada pemerintah setempat. Ditunjukan  dengan bersedianya salah seorang petani pemilik lahan, menghibahkan sebagin lahanya untuk dijadikan lokasi pembuatan sumur bor oleh pemerintah.

“Antusias dan besarnya harapan petani setempat akan adanya bantuan sumur bor oleh pemerintah. Salah seorang warga bahkan bersedia sebagian lahannya dihibahkan untuk dijadikan lokasi pembangunan sumur bor oleh pemerintah,” terangnya.

Untuk itu Agus berharap kepada pemerintah Kabupaten Kaur dan instansi terkait dalam hal ini dinas pertanian kabupaten kaur, kiranya bisa merealisasikan harapan para petani di Desa Kasuk baru tersebut.

Agar, jalannya pembangunan di desa dapat diimbangi dengan kemajuan perekonomian. Dengan mendorong perbaikan disektor pendapatan warga, melalui sarana dan prasarana pertanian yang memadai yang disokong oleh pemerintah,” harapnya.

(Yayan)